500 Days of Summer – This is not a love story. This is story about love.

Boy meets Girl

Boy falls in love

Girl Doesn’t.

Film yang dirilis 2009 ini bercerita tentang jalinan cinta antara Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt) dengan Summer Finn (Zooey Deschanel). Dari 2 tagline di atas (judul dan prolog postingan ini), bisa ditebak ga ceritanya gimana? Ga bisa? Ah gimana seh lu –

[spoiler alert!]

Film ini mengisahkan tentang 500 hari hubungan antar Tom dengan Summer. Jalinan asmara mereka sih aslinya kurang dari 500 dari, + 200 ato 300 an hari doank. Setelah itu adalah hari-hari dimana mereka masalah demi masalah menghadapi hubungan mereka.


Filmnya asik pek. Alurnya lompat2. Setiap awal scene ada tulisan pada saat itu hari ke-berapa (–> {500} = hari ke-500). Pas pertama liat aku sempet bingung seh, tapi akhirnya ngerti juga. Hhehe :D. kudu teliti tuh. Kudu apal kejadian yang udah terjadi yang diceritakan sebelumnya. Ntar dirangkai sendiri, dan paham2 sendiri. Asik kan? Ga suka? Ga asik kun pek :p


Apa yang terjadi pada hubungan Tom dan Summer?

Pada awal pertama bertemu, Tom tidak langsung fall in love at the first sight. Apalagi sempat ada gosip-gosip miring tentang Summer yang katanya “wanita bayaran” ato apalah. Namun entah mengapa, dari seringnya mereka bertemu, dan banyaknya kesamaan dari mereka, Tom akhirnya ada rasa dengan Summer. Tom engga keburu bilang ke Summer. Tapi gara-gara temannya yang mabuk dan bilang kalo Tom suka Summer, dan Summer menanyakannya, Tom akhirnya mengakuinya. Ironisnya, sebelum kejadian itu, Summer bercerita kalo dia tidak terlalu tertarik untuk memiliki pacar. Akhirnya, pengakuan Tom itu diakhiri dengan Tom menjalin hubungan dengan Summer sebagai “teman”.


Tom menjalin hubungan dengan Summer sebagai “teman”. Tapi mereka selalu bersama. Dan sedikit banyak, mereka cukup mesra, sehingga engga salah kalo Tom nganggap mereka pacaran juga. Tapi suatu ketika Summer mengingatkan kalo dia ga pernah ada pikiran untuk menjalin hubungan serius. Tom mau engga mau harus menyadari itu juga.


Semakin lama hubungan mereka, sampailah pada akhirnya Summer “berubah”. Dia tidak lagi menampakkan sikap sayangnya pada Tom (atau Tom yang bosan ya? Nah loh zzz). Tom akhirnya menjadi muak dengan Summer. Dan tentu aja mereka ngejauh gitu. Hingga akhirnya setelah lama saling menjauh, mereka bertemu lagi di kereta, dan they pretend they’re ok. Tom jadi lupa ama yang dulu, jadinya asik-asik wae berduaan ma Summer trus. Hingga akhirnya, pas Summer ngajakin pesta, dia akhirnya sadar: Summer memang bukan untuk dia. Bukan dia.


Akhirnya: Tom nyeriusin arsiteknya, Summer NIKAH ma orang lain [!], Tom akhirnya bisa ngerelain Summer, dan… ketika Tom ngelamar kerja, dia ketemu cewek, dan sepertinya dia love at the first sight. She is… Autumn.


And the counts turn back into {1}… with autumn background… 😀


Masi geje? Ya nonton aja deee! Menurut gua sih ok2 aja neh pilem. 8 dari 10 lah xp

Last Note:

Di sini lagunya asik-asik. Lagu soundtrack utamanya, Sweet Disposition, dibawain sama The Temper Trap. Dan FYI, band ini berasal dari Australia, dan vokalisnya orang Indonesia men! Salut dah! \m/


ciao .mawanz d’marvellou.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s