dan aku kehujanan, akhirnya

aku kehujanan
dalam perjalanan pulangku
tak kuminta
dan tak dapat kutolak
dan aku pun kehujanan, akhirnya

aku kehujanan
hujan yang mengenai tubuhku
menyerangku dengan masalah yang bertubi-tubi
tetesan yang masuk di sela-sela mulutku
memaksaku merasakan pahitnya terhinakan
cipratan dari kendaraan di sekitarku
mendampratku karena aku tak berada di posisi yang tepat
cipratan dari kendaraanku
mengingatkan diriku atas kebodohan yang kulakukan

akhirnya aku sampai di rumah
dengan kondisi kepayahan tidak karuan
kulihat diriku di depan cermin
dan itu seperti bukan aku

aku pun terdiam


ciao .mawanz d’marvellou.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s