efek Nolan

beberapa minggu lalu, film ‘Inception’ rilis di Indonesia. film yang sepertinya sudah ditunggu oleh banyak pecinta film, dan saya terlambat menyadarinya (-.-). setelah gini-gitu, akhirnya bisa nonton tapi ga di bioskop. tapi sebelumnya udah nyari-nyari resensinya. tapi ga mudeng. trus juga mbaca komentar temen-temen yang udah liat. kok kayaknya aneh gitu ceritanya. setelah liat sendiri, terpukaulah saya D’:.

[peringatan: tulisan selanjutnya mengandung cerita dalam film. tapi uda pada liat semua kan?]

film Inception menceritakan tentang dunia mimpi. bagaimana Cobb (Leo DiCaprio) beserta timnya memasuki mimpi targetnya, Fischer, untuk ‘menanamkan ide’ agar Fischer tidak mewarisi perusahaan ayahnya yang mau meninggal sehingga perusahaan milik Saito (Ken Watanabe), yang menyuruh Cobb, mampu menguasai. Aksinya sungguh-sungguh tak terduga. dan yang tak kalah memukaunya, detail-detail yang tak biasa yang dimunculkan Christopher Nolan, sang sutradara. berawal dari sekedar mimpi, dikembangkan menjadi berbagai hal dan juga dihubunkan dengan realita. seperti bagaimana seseorang selalu tidak ingat bagaimana awal mimpinya. lalu bagaimana otak bekerja lebih cepat ketika tidur, yang disini dikaitkan bahwa di dunia mimpi, waktu berjalan lebih lambat. 5 menit di dunia nyata sama dengan 1 jam di dunia mimpi. itu baru lapis pertama, dan di Inception, mimpinya sampai 3 lapis! ditambah juga dengan adanya Limbo, ‘tempat buangan’ apabila orang di dalam mimpi terbunuh namun tak bisa bangun ke dunia nyata atau ke lapis sebelumnya. plus lagi teror istri Cobb yang selalu menghantui. benar-benar brilian. bahkan masih menyisakan pertanyaan di akhir: apakah film berakhir nyata atau masih di dalam mimpi?

Originalitas ide Nolan ini (yang konon telah dipikirkan Nolan sejak remaja) didukung dengan aktor-aktor brilian sehingga film ini menjadi film yang sangat bagus. bahkan di IMDb Top 250, dengan 131ribuan vote saja, film ini menduduki peringkat ketiga. Dahsyat. aku menyebutnya ‘efek Nolan’ :p , karena film-film Nolan memang tidak biasa. karya lainnya, ‘Batman: The Dark Knight‘, juga tak kalah dahsyatnya. ‘The Prestige‘, tentang persaingan 2 pesulap, menyuguhkan ide yang brilian dan ga kalah mengejutkannya. ‘Memento‘, film yang unik karena terdiri dari film warna dan hitam putih serta alur yang aneh (yang satu mundur dan satunya maju) membuat para penontonnya tidak bisa segera beranjak dari sofanya sehabis menonton film itu. penonton dipancing untuk berpikir, menyusun cerita, menyimpulkan, serta menjawab pertanyaan yang muncul dari film itu. dan akhirnya penonton akan terpukau atau geleng-geleng kepala (karena bingung?) setelah memikirkannya.

Sukses buat Christoper Nolan! moga konsisten membuat film-film yang ga biasa! 😀

ciao .mawan d’marvellou.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s