Euforia Pelampiasan

Entah ada angin apa, tiba-tiba seorang teman bertanya, “Pernah gak ngerasa tertekan, nyuesek ngumpul di dada, terus rasanya pengen ngobrak-ngabrik kamar? Terus ngobrak-ngabrik beneran?” Tentu aja langsung kaget. Maksudnya apa nih anak (- -)a. “Pernah se. Tapi ga sampe ngobrak-ngabrik. Kasihan kamarnya.” (jawabannya kurang elegan nih –.-). “Pernah sampe ngobrak ngabrik?” “Pernah, sekali.” Wah, ternyata ( –.-)…

Mentolo pek. Bukan mentolo ke orangnya, tapi ya ke masalah-masalah yang menumpuk tuh. Kalo tipe orangnya suka ngempet-ngempet, ya berpotensi kayak gitu tuh. Emang kurang sehat. Kan secara ga langsung itu merusak kondisi jiwa dan mengikis perlahan raga kita. Dikeluarkan adalah cara mengobatinya. Ibarat batuk, maka harus buang riak.

Gimana cara ngeluarin yang enak? Ada yang suka dengan cara menceritakan ke teman yang terpercaya, ada juga yang menuliskannya dalam diary, atau seperti yang di atas, mengeluarkan dengan berbuat hal-hal yang “kurang sehat”, biasanya berteriak-teriak, mengobrak-abrik, apapun yang penting lega.

Entah mengapa, kok aku pinginnya lari kenceng, terus lompat di pinggir tebing, teriak sekenceng-kencengnya, lalu jebur laut. Kok kayaknya euforia pelampiasannya dapet banget gitu :/. Meskipun kalo dilihat-lihat dan dirasa-rasakan itu sangat berbahaya dan… tidak baik. .___.

Tapi ya itu tadi, itu cuma euforia pelampiasan. Ga menyelesaikan masalah.

Paling enggak bisa membuat rada lega lah nih dada. :))

Jadi… siap semuanya… satu… dua…

AAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s