Menara Kesungguhan Alif

Postingan ini sedikit banyak mengandung spoiler. Oke, anda sudah diberitahu. So just enjoy this! 😀

poster-film-negeri-5-menara-n5m-696x1024

Kali ini aku dapat kesempatan di antara kesempitan kuliah untuk nonton film “Negeri 5 Menara” sama temen-temen ASUI (Arek Suroboyo UI). Yeah, kuliah lagi hot-hotnya nih. Temen-temen lain yang diajak aja pada ga bisa dengan alasan “hell week wan! banyak tugas!”. Wajar sih, aku juga ada dua tugas yang ga gampang dan saya menyempatkan diri nonton ._. Gapapa lah. Sekali-kali. Dah lama ga nonton juga. Wkwk

“Negeri 5 Menara” adalah film dari Affandi A. Rachman berdasarkan novel best seller berjudul sama karya A. Fuadi. “Negeri 5 Menara” Bercerita tentang seorang anak manusia yang merantau untuk menuntut ilmu di Pondok Madani di daerah sekitar Ponorogo (bener ga sih?). Gimana kisah si Alif, tokoh utama film ini, menghadapi hidup di pondok yang tidak sesuai keinginannya? Yuk mariiii.

Ceritanya Alif bercita-cita untuk menembus institut di Jawa bagian Barat, namun ayahnya memilihkan sekolah agama untuknya. Alif dengan agak berat hati menerima kenyataan tersebut dan kemudian menikmati hari-harinya di Pondok Madani. Di sana, dia berteman akrab dengan Raja, Baso, Dulmajid, Atang, dan Said (seperti tertulis di Wikipedia, ga inget eh nama-namanya –a). Bersama kelima temannya, mereka membentuk geng(?) bernama Shohibul Menara karena suka nongkrong di bawah menara (bukan di atas menara, lama manjatnya). Jargon mereka, well, mungkin bisa ditebak karena sudah jauh ngetren gara-gara novelnya. Yup, tak lain dan tak bukan adalah “Man Jadda Wajada!” yang juga merupakan tagline film ini. Dan, cerita pun mengalir dengan berbagai suka dan duka yang memancing emosi penonton.

Moral cerita yang sepertinya sangat “dijual” dalam film ini adalah, tentu saja, telah tertampang dari tagline film ini, yaitu Man Jadda Wajada. Arti kalimat itu adalah “Siapa yang bersungguh-sungguh dia akan mendapatkannya”. Ungkapan yang memotivasi orang agar selalu bersungguh-sungguh dalam mengusahakan sesuatu agar bisa meraihnya. Ungkapan ini dianalogikan oleh salah satu guru Alif yaitu Ustad Salman (diperankan Donny Alamsyah) dengan memotong kayu memakai pedang tumpul. Setelah berusaha selama berjuta-juta mikrodetik (eaaa) akhirnya kayu tersebut bisa terpotong. Kemudian Ustad Salman memberitahukan apa makna pemotongan kayu itu. Bahwa sesungguhnya semua ini bukan tentang yang paling kuat atau tidak, melainkan orang yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapat apa yang diinginkannya. Padahal dengan mengasah atau menggunakan pedang juga tajam juga merupakan bagian dari kesungguhan kan ya kan.

 Ustad Salman (Donny Alamsyah) - Negeri 5 Menara

Entah mengapa, menurutku pesan “Man Jadda Wajada”-nya kurang nampak di sini. Oh ya, ini dengan catatan aku belum baca novelnya ya. Kesungguhan Alif kurang nampak menurutku. Kalau kesungguhan yang ingin ditonjolkan adalah bagaimana dia bisa mengatasi galaunya untuk tidak pindah ke Bandung, maka menurutku itu kurang mengena. Malah sudut pandang cerita lebih tentang Baso dan Alif sebagai tokoh utama pengamat. Menurutku aja sih. Hehehe. 😛

Overall, not bad lah. 3.5 dari 5 bintang :D. Boleh nih jadi Film Indonesia pilihan untuk ditonton minggu ini. Mumpung filmnya lebih “nggenah” dari “yang biasanya” (if you know what I mean).

Kayak Pernah Tahu….

Hmmm ada apa dengan buku laris, diangkat jadi film, tentang sekelompok anak, ada anak yang banyak ide, tokoh utama yang tidak terlalu sering ngoceh, kemudian ada yang pergi, kemudian ke luar negeri? Kayak pernah tahu… Oh mungkin cuma perasaanku aja.

 

Tetap bersungguh-sungguh dalam usaha mencapai sesuatu, kawan! Jangan lupa berdoa dan beramal juga! Caooo! 🙂

 

sumber gambar: poster Negeri 5 Menara dan Donny Alamsyah

Advertisements

One thought on “Menara Kesungguhan Alif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s