Hear Me


Judul film: Hear Me
Sutradara: Fen-fen Cheng
Rilis: 2009
Pemain: Eddie Peng, Ivy Chen, Michelle Chen

Setelah sekian lama, akhirnya aku berkesempatan untuk nonton film juga. Maklumlah, semester 2 ini (ternyata) hectic banget banget banget jadinya kalo bisa nyantai itu…. sesuatu banget. Di satu kesempatan, aku menyempatkan untuk menonton film Hear Me. Ini film Taiwan keluaran 2009. Kenapa tertarik nonton ini? Sebenarnya alasan utamanya adalah… ehm… ada Michelle Chen di film ini. Siapa itu Michelle Chen? Artis Taiwan gitu, dan kebetulan untuk sementara ini dia membuat saya untuk mencari tahu lebih banyak tentang dirinya. Sebenarnya tahu Michelle Chen dari film You Are The Apple Of My Eye, film yang fenomenal banget. Oleh karena itu, aku melakukan sedikit “research” dan kemudian berakhir dengan keinginan untuk menonton salah satu filmnya, yaitu film ini, Hear Me.

Ada kejadian yang cukup… bego… yang mengiringi saat akan nonton film ini. Saat itu, ada aku beserta dua teman, yaitu Yudis dan Iqbal, juga turut penasaran dengan film ini dan ikut serta menonton. Begitu film diputar, kemudian tiba-tiba sudah ada tokoh yang bingung. Aku jadi bingung juga. Yudis dan Iqbal juga. Sambil ber-positive thinking bahwa sutradaranya memang menyiapkan cerita seperti itu, kami tetap lanjut menonton. Sampai tiba-tiba kami semakin bingung karena sepertinya ada hal yang seharusnya dijelaskan sebelumnya namun tidak ada tapi cerita lanjut begitu saja. Hingga akhirnya, saat bar tanda panjang film sudah mencapai 1/4 terakhir, aku melihat judul filmnya. Ternyata… kami barusan menonton CD 2 dari film tersebut. Ternyata CD1-nya error. Ternyata kami nonton filmnya langsung tengah-tengah dan otomatis merusak cerita. Kami pun, terutama aku, mencak-mencak ga jelas. Akhirnya aku berusaha mencari CD1 yang tidak error dan akhirnya dapat dan kemudian menonton dengan perasaan sedih (nan kecewa) karena aku akan kesulitan mencerna cerita dengan baik dan benar karena telah ter-spoil. Hiks memang.

Ya sudah, lanjut ke cerita. Jadi ceritanya…

Film ini bercerita tentang penjual meal box (makanan boks) bernama Tian Kuo yang tertarik dengan gadis bernama Yang Yang. Yang Yang memiliki kakak yang menderita tuli, bernama Xiao Peng. Tian Kuo pertama bertemu Yang Yang di area kolam renang tempat latihan atlet renang tunarungu sambil mengantarkan meal box. Dari awal pertemuan itu, Tian Kuo tertarik untuk mengenal Yang Yang lebih dekat. Dari sinilah cerita dimulai. Tian Kuo melancarkan berbagai usaha untuk mendapatkan Yang Yang. Pada akhirnya, apakah Tian Kuo berhasil mendapatkan Yang Yang? Bagaimana karir Xiao Peng?

Di film ini, sebagian besar dialog dilakukan dengan bahasa isyarat oleh karena itu peran subtitle di sini sangat signifikan. Fokus cerita di film ini adalah bagaimana hubungan Tian Kuo dengan Yang Yang serta bagaimana kehidupan Yang Yang dengan Xiao Peng. Tentu saja terjadi konflik-konflik yang membangun cerita ini.

Tian Kuo, adalah seorang penjual dan pengantar meal box. Dia sebenarnya hanyalah seorang remaja biasa. Yang Yang, sebagai adik yang baik, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama kakaknya dengan bekerja. Xiao Peng merupakan atlet renang yang sangat berambisi untuk memenangkan medali emas demi membantu kehidupannya dengan adiknya.

Tian Kuo & Yang Yang

Tian Kuo & Yang Yang 2

Menurutku, film ini menarik karena tema yang diangkat tidak biasa, yaitu bagaimana hubungan percintaan antara dua orang “tuli”. Pesan yang aku dapat salah satunya adalah… kencan pake bahasa isyarat itu unyu sekali(?). Serta tidak boleh menyerah dalam hidup ini (normatif dan pasaran sekali ya? Tapi bener sih).

Film ini cukup menarik. Asalkan anda bukan tipe orang yang gampang ngantuk apabila nonton film “bisu”, maka film ini bisa anda tonton. Penikmat drama percintaan remaja juga akan menikmati film ini. Yang jelas, tontonlah film ini sampai terakhir, kemudian dapatkan kejutannya… 😀

Yang Yang & Xiao Peng

Salah satu quote yang menarik aku ambil dari film ini, ketika Tian Kuo “menjadi” pohon di rumah Yang Yang.

One acre of rain forest vanish each second, which is the size of two football fields. 137 species of animals become extinct daily. If the situation continues, the water birds may soon be extinct. So, to prevent that from happening to you, take me and plant me in your home.

Unyu-unyu gimana gitu kan? Btw, Michelle Chen di sini… ga ngerti lagi cantiknya. Adiknya juga lumayan sih, tapi tetep Michelle Chen juaranya hahaha :))

So, buat pengisi liburan, bolehlah anda mengagendakan untuk menonton film ini. Kalo dikasi rating, kira-kira 75/100 lah. Oh ya soundtracknya enak-enak lho! Bisa juga tuh dicari dan dikoleksi juga.

Happy watching movies! 😀

Oh ya, quote terakhir!

Love and dreams are miraculous. They don’t need to be said, or to be heard, or translated.

Sumber quote: subtitle film. Kebenaran grammar bukan tanggung jawab saya ._.

Sumber gambar:

Advertisements

5 thoughts on “Hear Me

  1. ester oktaviana-Lampung says:

    SUka banget sama Film ini,,
    AKu sangat tertarik sm bhs isyarat. Lagi belajar juga. COba film2 kyk bgni diproduksi makin banyak…
    😀

    • hmmm udah nonton sih. ntar kalo sempet deh hehe
      quick review: just another romance movie yang bikin laper wkwwk oh, dan Michelle Chen cantik seperti biasanya :3

      terima kasih sudah mampir dan memberi komentar 😀

  2. sultan_maulana says:

    gw aja langsung suka ama ini film.. jujur aja, gw gak terlalu suka ama film drama apalagi yg lebay..menurut gw ini film inspiratif, kocak dan mengharukan..hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s